Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Langkah Setting DHCP Server pada Debian 8

Untuk melakukan Instalasi aplikasi DHCP Server pada debian 8, ketikkan perintah :
apt-get install isc-dhcp-server

Lakukan konfigurasi pada DHCP apps dengan menggunakan perintah : nano  /etc/dhcp/dhcpd.conf
Lakukan konfigurasi sesuai dengan range IP yang diinginkan, kemudian hapus simbol # supaya konfigurasi dapat terbaca oleh OS. Lihat gambar dibawah !
Apabila sudah dikonfigurasi, hasilnya adalah sebagai berikut, maksud dari konfigurasi dibawah adalah IP yang akan dibagikan ke Client adalah antara 192.168.100.1 sampai 192.168.100.100
Lakukan aktifasi supaya DHCP server dapat berjalan dengan baik dengan mengetikkan perintah : /etc/init.d/isc-dhcp-server  restart

Setting Repositori pada Debian via Jaringan

Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah server khusus yang bernama Repositori Server. Repositori Server tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah distro Linux. Dimana pada nantinya software tersebut dapat didownload, atau bahkan diinstall langsung oleh client Linux melalui media jaringan.
Semua alamat repositori diletakan pada file sources.list berikut.


Tambahkan alamat Repositori Server pada file tersebut. Dan beri tanda “#” yang berarti Disable, pada alamat repositori yang tidak diperlukan. Update database repositori, agar dapat mengenali seluruh paket software yang tersedia.


Setting Repositori pada Debian via DVD / CD

Installasi software pada system operasi Linux bisa dilakukan melalui berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui media jaringan seperti HTTP dan FTP.
Installasi Software via DVD/CD, Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet, alias hanya untuk jaringan Lokal. Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding installasi melalui media jaringan. Masukan CD/DVD Debian pada DVD- ROM, kemudian gunakan perintah berikut.



Jika terdapat 3 DVD, masukan DVD tersebut satu persatu. Kemudian lakukan hal yang sama seperti cara di atas.

Mengaktifkan Ethernet pada Debian

Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi nama eth0, eth1, eth2, dst. Sedangkan interface Local Loopback diberi nama lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang terpasang pada server Debian, gunakan perintah ifconfig.




Pada contoh diatas, Interface yang aktif hanyalah interface Loopback. Sebagai tambahan, jangan pernah sekali- kali untuk menon-aktifkan interface Loopback tersebut. Sebab interface tersebut digunakan oleh aplikasi-aplikasi server Debian agar dapat berjalan pada computer Localhost.
Agar dapat terkoneksi ke Jaringan Komputer, aktifkan terlebih dahulu Interface Ethernet. Pastikan nama untuk Ethernet tersebut, default untuk Ethernet pertama adalah eth0. Gunakan perintah ifup untuk meng-aktifkan, dan sebaliknya gunakan perintah ifdown.